Tiap malam aku selalu melewati malam-malam yang sunyi, namun bagiku kesunyian adalah teman yang selalu ada saat aku bahagia dan berduka. Ketika malam datang aku akan merasa bahagia karena bagiku itu adalah duniaku, dunia yang penuh dengan kesunyian di mana pun aku berada. Di tengah hiruk-pikuk aku selalu merasa sepi dan sunyi. Mungkin orang bilang aku aneh, tapi aku bukan aneh, aku adalah aku. Aku hanya menyukai kesendirian aku sangat menikmati tiap detik kesunyian yang aku lalui dengan ditemani secangkir kopi dan sederet memori di masa lalu merupakan rutinitas yang kulalui di malam hari sebelum aku berangkat kerja dan di pagi hari aku tidur. Mungkin kalian pikir aku adalah kelalawar yang membuka matanya di kala matahari tenggelam dan menutup matanya di saat matahari terbit, tapi aku tidak sama dengan mereka karena mereka lebih beruntung dariku, mereka bisa mencari makan dan mendapatkannya dengan gratis.
Mereka terbang dari satu pohon ke pohon yang lain untuk mencari makan. Bila menemukannya maka kelalawar itu akan melahap makanannya dengan taring dan gigi-giginya yang tajam. Dan aku, aku tidak punya taring dan gigi yang setajam kelalawar untuk melahap dan mencabik-cabik mangsanya. Aku terlalu lemah apa karena aku terlalu lama berkawan dengan kesunyian sehingga tak ada satu pun keberanianku untuk mencabik-cabik mangsaku. Tiap malam aku selalu berteman dengan kesunyian walau ada seribu orang berada di sekelilingku, yang aku rasakan hanya kesunyian. Aku mencoba untuk berbaikan dengan takdir yang membawa kesunyian itu tapi percuma. Aku hanya akan menangis seperti aliran sungai yang selalu mengalirkan air.
Beribu kali aku mencoba keluar dari kesunyian ini tapi selalu gagal. Yang ada aku akan semakin masuk ke dalam kesunyian yang lebih dalam. Di sini pun, di tengah-tengah dentuman musik yang memecahkan telingan aku masih merasa kesepian, dan tiap kali aku ingin lari dari kesunyian itu maka aku akan selalu ada di tengah dentuman musik ini. Seringkali aku menghayal , membuat cupcakes untuk para pemesan, membungkus cupcakesnya sebagus mungkin dan mengirimkannya kepada pemesan, kemudian mendapatkan pujian dari mereka akan keahlianku membuat cupcakes. Ah… khayalan yang terlalu sederhana tapi begitu sulit bagiku untuk mencapainya.
Ketika aku terbangun di pagi hari yang cerah aku mendengar HP ku berbunyi. Aku meraih HP yang dari tadi berbunyi yang menandakan ada SMS masuk.
“pagi mas, mas ini aku lina, aku mw pesan cupcakes 20pc yah..aku mw yg sprt gmbr 03. tolong d antar ke alamat…”
Aku sumringah membaca SMS itu, secepatnya aku bangun dari tempat tidur, lalu mandi dan menyiapkan bahan untuk membuat cupcakes. Kuhiasi cupcakes sama persis dengan cupcakes yang diinginkan Lina. Beberapa menit kemudian cupcakesnya telah terbungkus kotak dengan pita yang menghiasi luarnya, rencananya aku sendiri yang akan mengantarnya ke rumah Lina sekalian aku ingin mampir ke swalayan. Aku melangkahkan kaki menuruni anak tangga di rumahku, namun tiba-tiba kakiku terpeleset dan aku terjatuh, aku merasakan sakit di bagian kepalaku, rasanya begitu nyeri sekali.
Ketika membuka mataku perlahan-lahan aku mendengar alunan musik yang keras sambil memegang kepalaku yang nyeri aku meraih gelas yang ada di meja depanku. Untuk yang kesekian kalinya untuk lari dari kesunyian dan khayalan itu aku kembali lagi di tengah dentuman musik ini.
Kamis, 19 November 2009
Mengejar Mimpi
Aku terbangun dari tidurku, kulihat jam. Sudah jam setengah empat, gumamku dalam hati. Aku bangkit dari tempat tidurku yang hanya sebuah tikar. Kugulung tikar itu, dan segeralah menuju kamar mandi. Setelah itu, aku menyipkan buku dan memasukkan ke dalam tas jeramiku.
”Entong! Ayo Sarapan dulu!” Ibu memanggil untuk sarapan pagi.
”YaBu, tunggu sebentar!”
Segeralah aku ke sana, seperti biasa sarapan pagiku singkong dan segelas teh hangat. Selesai, temanku telah memanggil untuk pergi bersama. Pamitlah aku pada kedua orangtuaku, segeralah aku pergi ke sekolah. Sebelum itu kulihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul lima. Maklumlah kami berangkat sekolah pagi-pagi sekali karena jarak ke sekolah kurang lebih 3 km, masih belum ada kendaraan umum, jadi kami selalu jalan kaki, belum lagi harus melewati sungai yang tidak ada jembatannya. Tempo hari jembatan itu ambruk karena sudah lama dipakai dan rusak, jadi kami berenang menyusuri sungai yang alirannya cukup deras. Kami pun tiba di sekolah, sekolahku bernama SMP Semar, aku kelas tiga SMP. Sekolah kami terletak di Desa Sukoharjo. Waktu menunjukkan setengah tujuh, bel masuk berbunyi. Aku segera menyiapkan buku pelajaran. Waktu berlalu sejam, guru tidak datang , kepala sekolah menghampiri kelas kami. Ternyata guru kami sedang sakit. Apa boleh buat kami jadi belajar sendiri.
Bel pun berbunyi waktu menunjukkan pukul dua. Aku memasukkan buku ke dalam tasku. Segeralah kami pulang ke rumah. Rutenya sama seperti tadi pagi. Sampai di rumah, aku duduk di kursi terasku. Lelah sekali, aku berpikir mencapai cita-cita dan mengejar impian itu memang penuh dengan perjuangan. Apalagi aku masih muda, masih banyak perjalanan yang akan kulalui menuju masa depan. Sebagai generasi penerus bangsa, aku harus melaksanakan kewajiban sebagai pelajar. Belajar yang rajin dan mencari ilmu seluas-luasnya. Seketika itu Ibu memanggil untuk makan siang. Segeralah aku menuju kesana. Makan siangku hari ini seperti biasa nasi dan ikan. Ayahku berprofesi menjadi nelayan, makanya kami sering makan ikan. Waktu menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Ayah pulang dengan membawa sedikit ikan. Beliau duduk di kursi teras.Aku pun menghampirinya, membawakan segelas air teh hangat. Ayah memberitahukan bahwa hasil tangkapan hari ini sangat sedikit. Aku pun sedih, bagaimana aku mau melanjutkan sekolah, sedangkan Ayah sudah tua. Ibuku juga bekerja, beliau menjajakan kue ke sekeliling desa, tetapi penghasilannya masih tidak mencukupi. Aku masuk ke rumah tetapi Ayah memanggil, “Tong sini dulu, Ayah mau bicara sama kamu!”
“Iya Yah, aku segera ke sana.”
Aku menghampiri ayah dan duduk disampingnya.
“Tong, ada masalah di sekolahmu, kenapa kamu masuk ke dalam?”
“Tidak ada apa-apa Yah.”
“Kalau tidak apa-apa, kenapa kamu sedih?”
“Sebenarnya begini Yah, aku tidak ingin membebani Ayah dan Ibu untuk membiayai aku untuk sekolah. Jadi lebih baik aku bantu Ibu menjajakan kue ke sekeliling kampung Yah.”
“Jangan bilang begitu ini memang tugas Ayah dan Ibu untuk membiayai kamu ke sekolah, supaya kamu menggapai impian yang kamu impi-impikan Nak.”
Seketika itu datanglah Ibu dan memeluk aku erat-erat.
“Terima kasih Nak, Ibu menjadi terharu ternyaata kamu mengkhawatirkan Ayah dan Ibumu, tapi kata Ayahmu benar kamu harus sekolah untuk mengapai impianmu.”
“Maafkan aku Yah, Bu, aku telah salah pemikiran. Aku takkan mengulanginya lagi.”
“Ya enggak apa-apa Nak, yang penting kamu sadar.”
“Ayah berpesan supaya kamu belajar dengan rajin dan raihlah ilmu seluas-luasnya, kelak kamu bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Jika kamu selalu mendengar pesan dari orangtua kelak itu akan berguna untuk di kemudian hari.”
Ayah dan Ibu masuk ke dalam rumah karena cuaca di luar mulai dingin. Aku bersiap siap untuk tidur tetapi diluar ada yang memanggil namaku.
“Tong! Entongf! Entong!”
Ternyata tetanggaku Mpok Tika. Beliau meminta tolong untuk membantunya mengangkat beberapa kotak telur ayam ke dalam warungnya. Ternyata orang yang mengantar telur ayam itu kemalaman mengantarkannya, sedangkan pegawai Mpok Tika sudah pulang. Aku pun membantu mengangkat satu persatu kotak telur ayam itu. Beberapa menit kemudian kotak telur itu telah selesai diangkat olehku ke dalam warung Mpok Tika. Mpok Tika berterima kasih dan memberi sekantong telur ayam. Tapi aku menolaknya. Mpok Tika memaksa dan aku mengucapkan terima kasih. Aku pun berjalan pulang ke rumah, lelah sekali hari ini. Kutaruh sekantong telur ayam ke atas meja makan. Aku menuju ke kamar dan membentangkan tikar untuk tidur. Aku pun terlelap dalam tidur.
Keesokannya hari minggu, ada yang memanggil namaku, ternyata itu Fika, teman sebangkuku di sekolah. Dia ternyata mau meminjam buku kesenian. Segera kupersilahkan duduk dan aku menuju ke kamar. Kucari buku kesenian, dan kubawa keluar. Fika sedang duduk di kursi.
“Nih Fik bukunya.”
“Terima kasih Tong. Oia Tong boleh minta bantuan tidak?”
“Boleh, emang ada apa Fik?”
“Sebenarnya aku mau minta diajarkan pelajaran matematika yang kemarin soalnya aku mengantuk karena gurunya ngomong terus.”
”Boleh sih tapi kamu jangan ngomong begitu, tanpa guru kita tidak bisa mengerti apa-apa, tidak bisa menulis, membaca, mengerjakan soal. Jadi guru itu adalah segala-galanya untuk kita.”
“Oh begitu. Maaf ya Tong, aku tadi bicara begitu.”
“Enggak apa-apa yang penting kamu sadar. Baiklah aku ajarkan yang mana kamu tidak ngerti.”
Kami belajar bersama hingga tidak terasa sudah siang. Fika pun pamit dan berterima kasih pada Arif karena telah membantunya dan mengajarkan apa artinya guru. Fika pun pamit, tapi Ibu keluar.
“Fik jangan pulang dulu, ayo makan siang dulu.”
“Oh terima kasih Bu tapi Fika tidak mau merepotkan Ibu.”
“Nggak apa-apa, ayo masuk Fik, ajak Entong masuk.”
“Fik ayo masuk.”
“Terima kasih Tong.”
Fika masuk bersama Entong menuju meja makan. Fika makan dengan lahap, setelah itu Fika pamit kepada aku dan Ibu. Ibu berpesan pada Fika jangan lupa main lagi ke rumah Ibu. Fika tersenyum, dan pulang kerumahnya yang tidak jauh dari rumah Entong.
Malamnya Ayah pulang. Beliau membawa sekeranjang ikan hasil tangkapannya dengan gembira. Aku pun menghampiri dan membantu membawakannya ke dapur.
“Syukurlah Bu, hasil tangkapan ayah hari ini banyak.”
“Iya Ibu juga bersyukur karena kita diberi rejeki yang tak terduga.”
“Iya, ini berkat kesabaran Ayah dalam menangkap ikan dan selalu bersyukur Ayah bisa menangkap banyak.”
“Aku gembira bisa melihat kebahagiaan Ayah.”
“Iya Nak, terima kasih Nak.”
Hari semakin larut, Ayah dan Ibu menuju kamar karena telah lelah bekerja untuk menafkahi keluarga ini. Sebelum aku tidur, aku belajar dulu sebentar karena masih belum ngantuk. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Sudah waktunya aku tidur. Aku menyiapkan tikar dan membentangkannya. Direbahkanlah tubuhnya ke tikar. Seketika itu dia teringat apa yang dipelajarinya tadi, pahlawan berjuang mati-matian untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka lebih baik mati daripada dijajah. Memang besar pengorbanan para pahlawan itu, maka setiap upacara hari Senin kita mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan itu. Dulu aku malas melaksanakan upacara karena capek berdiri. Tapi sejak aku di nasehati oleh guruku, aku baru sadar bahwa kita ini generasi muda harus bisa mengisi kemerdekaan itu dengan belajar rajin sebagai pelajar tanah air. Para pahlawan saja bisa memperjuangkan tanah air kenapa kita tidak bisa memperjuangkannya kembali. Aku pun akan seperti mereka mengejar impian yang aku impi-impikan yaitu membahagiakan kedua orangtuaku dan aku ingin menjadi orang yang berguna bagi negara. Entong mulai ngantuk dan terlelap dalam tidurnya.
”Entong! Ayo Sarapan dulu!” Ibu memanggil untuk sarapan pagi.
”YaBu, tunggu sebentar!”
Segeralah aku ke sana, seperti biasa sarapan pagiku singkong dan segelas teh hangat. Selesai, temanku telah memanggil untuk pergi bersama. Pamitlah aku pada kedua orangtuaku, segeralah aku pergi ke sekolah. Sebelum itu kulihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul lima. Maklumlah kami berangkat sekolah pagi-pagi sekali karena jarak ke sekolah kurang lebih 3 km, masih belum ada kendaraan umum, jadi kami selalu jalan kaki, belum lagi harus melewati sungai yang tidak ada jembatannya. Tempo hari jembatan itu ambruk karena sudah lama dipakai dan rusak, jadi kami berenang menyusuri sungai yang alirannya cukup deras. Kami pun tiba di sekolah, sekolahku bernama SMP Semar, aku kelas tiga SMP. Sekolah kami terletak di Desa Sukoharjo. Waktu menunjukkan setengah tujuh, bel masuk berbunyi. Aku segera menyiapkan buku pelajaran. Waktu berlalu sejam, guru tidak datang , kepala sekolah menghampiri kelas kami. Ternyata guru kami sedang sakit. Apa boleh buat kami jadi belajar sendiri.
Bel pun berbunyi waktu menunjukkan pukul dua. Aku memasukkan buku ke dalam tasku. Segeralah kami pulang ke rumah. Rutenya sama seperti tadi pagi. Sampai di rumah, aku duduk di kursi terasku. Lelah sekali, aku berpikir mencapai cita-cita dan mengejar impian itu memang penuh dengan perjuangan. Apalagi aku masih muda, masih banyak perjalanan yang akan kulalui menuju masa depan. Sebagai generasi penerus bangsa, aku harus melaksanakan kewajiban sebagai pelajar. Belajar yang rajin dan mencari ilmu seluas-luasnya. Seketika itu Ibu memanggil untuk makan siang. Segeralah aku menuju kesana. Makan siangku hari ini seperti biasa nasi dan ikan. Ayahku berprofesi menjadi nelayan, makanya kami sering makan ikan. Waktu menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Ayah pulang dengan membawa sedikit ikan. Beliau duduk di kursi teras.Aku pun menghampirinya, membawakan segelas air teh hangat. Ayah memberitahukan bahwa hasil tangkapan hari ini sangat sedikit. Aku pun sedih, bagaimana aku mau melanjutkan sekolah, sedangkan Ayah sudah tua. Ibuku juga bekerja, beliau menjajakan kue ke sekeliling desa, tetapi penghasilannya masih tidak mencukupi. Aku masuk ke rumah tetapi Ayah memanggil, “Tong sini dulu, Ayah mau bicara sama kamu!”
“Iya Yah, aku segera ke sana.”
Aku menghampiri ayah dan duduk disampingnya.
“Tong, ada masalah di sekolahmu, kenapa kamu masuk ke dalam?”
“Tidak ada apa-apa Yah.”
“Kalau tidak apa-apa, kenapa kamu sedih?”
“Sebenarnya begini Yah, aku tidak ingin membebani Ayah dan Ibu untuk membiayai aku untuk sekolah. Jadi lebih baik aku bantu Ibu menjajakan kue ke sekeliling kampung Yah.”
“Jangan bilang begitu ini memang tugas Ayah dan Ibu untuk membiayai kamu ke sekolah, supaya kamu menggapai impian yang kamu impi-impikan Nak.”
Seketika itu datanglah Ibu dan memeluk aku erat-erat.
“Terima kasih Nak, Ibu menjadi terharu ternyaata kamu mengkhawatirkan Ayah dan Ibumu, tapi kata Ayahmu benar kamu harus sekolah untuk mengapai impianmu.”
“Maafkan aku Yah, Bu, aku telah salah pemikiran. Aku takkan mengulanginya lagi.”
“Ya enggak apa-apa Nak, yang penting kamu sadar.”
“Ayah berpesan supaya kamu belajar dengan rajin dan raihlah ilmu seluas-luasnya, kelak kamu bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Jika kamu selalu mendengar pesan dari orangtua kelak itu akan berguna untuk di kemudian hari.”
Ayah dan Ibu masuk ke dalam rumah karena cuaca di luar mulai dingin. Aku bersiap siap untuk tidur tetapi diluar ada yang memanggil namaku.
“Tong! Entongf! Entong!”
Ternyata tetanggaku Mpok Tika. Beliau meminta tolong untuk membantunya mengangkat beberapa kotak telur ayam ke dalam warungnya. Ternyata orang yang mengantar telur ayam itu kemalaman mengantarkannya, sedangkan pegawai Mpok Tika sudah pulang. Aku pun membantu mengangkat satu persatu kotak telur ayam itu. Beberapa menit kemudian kotak telur itu telah selesai diangkat olehku ke dalam warung Mpok Tika. Mpok Tika berterima kasih dan memberi sekantong telur ayam. Tapi aku menolaknya. Mpok Tika memaksa dan aku mengucapkan terima kasih. Aku pun berjalan pulang ke rumah, lelah sekali hari ini. Kutaruh sekantong telur ayam ke atas meja makan. Aku menuju ke kamar dan membentangkan tikar untuk tidur. Aku pun terlelap dalam tidur.
Keesokannya hari minggu, ada yang memanggil namaku, ternyata itu Fika, teman sebangkuku di sekolah. Dia ternyata mau meminjam buku kesenian. Segera kupersilahkan duduk dan aku menuju ke kamar. Kucari buku kesenian, dan kubawa keluar. Fika sedang duduk di kursi.
“Nih Fik bukunya.”
“Terima kasih Tong. Oia Tong boleh minta bantuan tidak?”
“Boleh, emang ada apa Fik?”
“Sebenarnya aku mau minta diajarkan pelajaran matematika yang kemarin soalnya aku mengantuk karena gurunya ngomong terus.”
”Boleh sih tapi kamu jangan ngomong begitu, tanpa guru kita tidak bisa mengerti apa-apa, tidak bisa menulis, membaca, mengerjakan soal. Jadi guru itu adalah segala-galanya untuk kita.”
“Oh begitu. Maaf ya Tong, aku tadi bicara begitu.”
“Enggak apa-apa yang penting kamu sadar. Baiklah aku ajarkan yang mana kamu tidak ngerti.”
Kami belajar bersama hingga tidak terasa sudah siang. Fika pun pamit dan berterima kasih pada Arif karena telah membantunya dan mengajarkan apa artinya guru. Fika pun pamit, tapi Ibu keluar.
“Fik jangan pulang dulu, ayo makan siang dulu.”
“Oh terima kasih Bu tapi Fika tidak mau merepotkan Ibu.”
“Nggak apa-apa, ayo masuk Fik, ajak Entong masuk.”
“Fik ayo masuk.”
“Terima kasih Tong.”
Fika masuk bersama Entong menuju meja makan. Fika makan dengan lahap, setelah itu Fika pamit kepada aku dan Ibu. Ibu berpesan pada Fika jangan lupa main lagi ke rumah Ibu. Fika tersenyum, dan pulang kerumahnya yang tidak jauh dari rumah Entong.
Malamnya Ayah pulang. Beliau membawa sekeranjang ikan hasil tangkapannya dengan gembira. Aku pun menghampiri dan membantu membawakannya ke dapur.
“Syukurlah Bu, hasil tangkapan ayah hari ini banyak.”
“Iya Ibu juga bersyukur karena kita diberi rejeki yang tak terduga.”
“Iya, ini berkat kesabaran Ayah dalam menangkap ikan dan selalu bersyukur Ayah bisa menangkap banyak.”
“Aku gembira bisa melihat kebahagiaan Ayah.”
“Iya Nak, terima kasih Nak.”
Hari semakin larut, Ayah dan Ibu menuju kamar karena telah lelah bekerja untuk menafkahi keluarga ini. Sebelum aku tidur, aku belajar dulu sebentar karena masih belum ngantuk. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Sudah waktunya aku tidur. Aku menyiapkan tikar dan membentangkannya. Direbahkanlah tubuhnya ke tikar. Seketika itu dia teringat apa yang dipelajarinya tadi, pahlawan berjuang mati-matian untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka lebih baik mati daripada dijajah. Memang besar pengorbanan para pahlawan itu, maka setiap upacara hari Senin kita mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan itu. Dulu aku malas melaksanakan upacara karena capek berdiri. Tapi sejak aku di nasehati oleh guruku, aku baru sadar bahwa kita ini generasi muda harus bisa mengisi kemerdekaan itu dengan belajar rajin sebagai pelajar tanah air. Para pahlawan saja bisa memperjuangkan tanah air kenapa kita tidak bisa memperjuangkannya kembali. Aku pun akan seperti mereka mengejar impian yang aku impi-impikan yaitu membahagiakan kedua orangtuaku dan aku ingin menjadi orang yang berguna bagi negara. Entong mulai ngantuk dan terlelap dalam tidurnya.
Matahari
Matahari merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Hidup ini terasa gelap bila di siang hari tidak ada Matahari terbit. Mungkin rasanya, siang hari seperti malam terus tanpa sinar yang menerangi dalam arti gelap. Walaupun di malam hari ada Bulan dan Bintang yang menerangi, tetap saja tidak akan seterang benderang Matahari. Cahaya Matahari lebih terlihat terang dibandingkan dengan Bulan dan Bintang.Maka dari situlah, Matahari diciptakan oleh Alloh SWT.
Dalam Al-Qur’an disebutkan,
“Katakanlah : “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”. Katakanlah : “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?.” Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya, (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al - Qashash [28] : 71 - 73).
Matahari menerangi siang hari itu mempermudah perjalanan aktivitas hidup dan akan selalu terbenam di malam hari, dan terbit di pagi hari sampai sore hari, sesuai perputaran waktu yang ditentukan oleh Allah.
Hikmah Adanya Matahari menurut Ilmu Biologi :
1). Panas Matahari juga dapat mengeringkan biji-bijan seperti biji jagung, gandum, dan padi. Sebelum ditumbuk, padi perlu dijemur dahulu di bawah panas Matahari.
2. Energi Matahari juga dapat mengeringakan pakaian basah. Panas Matahari dapat menguapkan air yang berada didalam pakaian yang bsah itu. Bahkan pada masa sekarang ini energi Matahari sudah dapat diubah menjadi energi listrik.
3. Matahari memanasi air yang ada di permukaan bumi dan laut. Air yang dipanasi Matahari, lama-kelamaan menguap naik ke atas menjadi awan. Awan yang terkumpul itu, setelah banyak menjadi awan mendung, kemudian turun menjadi hujan. Air hujan lalu mengalir ke laut melalui sungai.
Sungai yang dibendung, airnya dialirkan masuk ke dalam waduk untuk kemudian disalurkan melalui terowongan supaya dapat menggerakkan turbin yang memberikan putaran pada generator sebagai penghasil tenaga listrik.
Selain, Matahari mempunyai hikmah yang tersimpan ternyata ada pula hal yang buruknya. Silahkan simak!
Matahari cukup berbahaya karena menyebabkan sunburn (kulit terbakar), jika kulit kita terlalu sering terkena oleh sinar Matahari. Di pagi hari, sinar Matahari itu akan menghangatkan tubuh kita bila menjemur tubuh. Namun bila siang hari sinar Matahari itu akan bisa membakar kulit kita bila menjemur diri atau berolahraga siang hari itu akan menghasilkan keringat yang banyak dikarenakan panas Matahari pada waktu itu sangat menyengat.
Sinar ultraviolet Matahari dapat mengakibatkan kanker kulit. Untuk mengurangi bahaya sinar ultraviolet, kita harus menjaga lapisan ozon yang dapat menyerap sinar ultraviolet. Untuk mencegah kulit terbakar kita gunakan krim pelindung kulit.
Sinar Matahari yang menyilaukan jika ditatap langsung oleh mata dapat mengganggu penglihatan. Oleh karena itu, usahakan jangan terlalu lama memandang secara langsung sinar Matahari agar tak menyebabkan mata kita buta.
Dalam Al-Qur’an disebutkan,
“Katakanlah : “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”. Katakanlah : “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?.” Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya, (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al - Qashash [28] : 71 - 73).
Matahari menerangi siang hari itu mempermudah perjalanan aktivitas hidup dan akan selalu terbenam di malam hari, dan terbit di pagi hari sampai sore hari, sesuai perputaran waktu yang ditentukan oleh Allah.
Hikmah Adanya Matahari menurut Ilmu Biologi :
1). Panas Matahari juga dapat mengeringkan biji-bijan seperti biji jagung, gandum, dan padi. Sebelum ditumbuk, padi perlu dijemur dahulu di bawah panas Matahari.
2. Energi Matahari juga dapat mengeringakan pakaian basah. Panas Matahari dapat menguapkan air yang berada didalam pakaian yang bsah itu. Bahkan pada masa sekarang ini energi Matahari sudah dapat diubah menjadi energi listrik.
3. Matahari memanasi air yang ada di permukaan bumi dan laut. Air yang dipanasi Matahari, lama-kelamaan menguap naik ke atas menjadi awan. Awan yang terkumpul itu, setelah banyak menjadi awan mendung, kemudian turun menjadi hujan. Air hujan lalu mengalir ke laut melalui sungai.
Sungai yang dibendung, airnya dialirkan masuk ke dalam waduk untuk kemudian disalurkan melalui terowongan supaya dapat menggerakkan turbin yang memberikan putaran pada generator sebagai penghasil tenaga listrik.
Selain, Matahari mempunyai hikmah yang tersimpan ternyata ada pula hal yang buruknya. Silahkan simak!
Matahari cukup berbahaya karena menyebabkan sunburn (kulit terbakar), jika kulit kita terlalu sering terkena oleh sinar Matahari. Di pagi hari, sinar Matahari itu akan menghangatkan tubuh kita bila menjemur tubuh. Namun bila siang hari sinar Matahari itu akan bisa membakar kulit kita bila menjemur diri atau berolahraga siang hari itu akan menghasilkan keringat yang banyak dikarenakan panas Matahari pada waktu itu sangat menyengat.
Sinar ultraviolet Matahari dapat mengakibatkan kanker kulit. Untuk mengurangi bahaya sinar ultraviolet, kita harus menjaga lapisan ozon yang dapat menyerap sinar ultraviolet. Untuk mencegah kulit terbakar kita gunakan krim pelindung kulit.
Sinar Matahari yang menyilaukan jika ditatap langsung oleh mata dapat mengganggu penglihatan. Oleh karena itu, usahakan jangan terlalu lama memandang secara langsung sinar Matahari agar tak menyebabkan mata kita buta.
Meniru tapi Kreatif
Memiliki naskah yang orisinil merupakan kebanggaan dan keinginan setiap penulis. Tidak ada penulis yang mau dituduh menyontek, menjiplak, plagiat (alias tukang nyolong). Bahkan penulis yang benar benar plagiat pun akan menggeleng keras keras, sebab tuduhan itu memang tidak terhormat sekali. Wajar saja, sejak mulai bersekolah kita selalu diajarkan untuk tidak mencontek.
Sayangnya tidak semua orang bisa memiliki kemampuan untuk menulis sesuatu yang orisinil dan unik. Tidak dapat dipungkiri kemampuan setiap orang memang berbeda. Ada orang yang sanggup menulis masterpiece dalam sekejap mata. Sedangkan ada yang menulis selembar surat buat pacaranya saja, sampai menghabiskan kertas satu rim. Tulisan ini tidak akan mengajarkan bagaimana menghasilkan suatu naskah yang orisinal. Tetapi malah mengajarkan untuk menjadi peniru - namun bukan sembarang peniru - melainkan peniru yang kreatif.
Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Jepang, bangsa yang saat ini sudah sangat maju dan menjadi tolok ukur perkembangan teknologi. Padahal kalau kita kembali ke tahun 1945, Jepang hancur lebur. Perekonomian hancur dan harga diri sebagai bangsa pun remuk redam. Tapi perlahan lahan dia mulai bangkit dengan meniru. Ia memproduksi barang yang mirip dengan buatan produk negara maju lain, tapi dengan beberapa modifikasi sederhana. Mungkin beberapa oranmg masih ingat akan tahun 1980-an ada stigma kalau “Made in Japan” adalah barang yang modelnya boleh keren tapi tidak awet. Tapi dari situ pelan pelan Jepang mulai belajar menginovasi diri, dan sekarang malah menjadi inovator yang disegani.
Jadi peniru bukanlah hal yang dilarang. Kita sendiri kan tiruan dari orang tua kita, iya kan? Kalau tidak ada yang boleh meniru, penjual ayam goreng cuma ada satu sedunia. Tetapi faktanya setiap orang bisa menjual ayam goreng dengan gaya dan bumbu ala masing masing. Namun ada syaratnya yaitu jangan jadi sembarang peniru, jadilah peniru yang kreatif. Jika kamu cuman menjiplak, ya siap siaplah untuk dihujat seluruh dunia. Untuk itu, pakai jurus jitu peniru yang kreatif yaitu strategi ATM. Strategi ini dikenal dengan baik di dunia bisnis dan dapat diterapkan di dunia tulis menulis. ATM = Amati, Tiru dan Modifikasi.
Amati
Jika kamu berminat menulis bidang tertentu, carilah beberapa buku yang laris di bidang itu. Baca, amati dan telaah apa yang mengakibatkan buku itu laris. Cari keunggulan apa yang dimilikinya. Cari tahu pula kekurangannya. Pendek kata disini kamu meneliti peluang menulis topik yang sama dengan cara berbeda
Tiru
Tentu saja kamu harus tahu etika dan sejauh mana yang bisa diambil, dikutip atau diadaptasi. Selama kamu bisa menjaga hal ini dan selama kamu tidak asal comot seperti kasus sinetron Indonesia. Sebagai panduan, yang perlu kamu tiru adalah esensi tulisan yang ingin ditiru. Seperti ketika mencoba membuat ayam goreng dengan bumbu tepung ala sendiri atau mencoba sesuatu yang liar misalnya disajikan dengan bumbu petis.Intinya, Cobalah menulis ulang sebuah topik dengan gaya kamu sendiri. Ini penting, Jangan meniru mentah mentah teknik atau gaya orang lain. Make it personal!
Modifikasi
Kamu harus memberikan sesuatu yang baru pada apa yang kamu tulis. Berdasar pengamatan sebelumnya misalnya kamu menulis dengan sudut pandang yang berbeda, memfokuskan pada sub topik tertentu, mengadaptasi dengan nilai nilai lokal, menambahi dengan pengetahuan, membuat sanggahan atau malah dukungan pada topik tersebut dan lain lain.
Tidak semua bisa menjadi kecap nomor satu, karena memang cuma ada satu yang bisa. Inti dari tulisan ini adalah mungkin kamu tidak bisa menulis sesuatu yang orisinal, tetapi kamu bisa menulis sesuatu yang sudah pernah ditulis orang lain dengan gaya kamu sendiri, lebih baik berbeda, dan memberikan nilai tambah pada orang lain. Ingat ATM = Amati, Tiru, Modifikasi. Jangan ATP = Amati, Tiru, Persis!
Sayangnya tidak semua orang bisa memiliki kemampuan untuk menulis sesuatu yang orisinil dan unik. Tidak dapat dipungkiri kemampuan setiap orang memang berbeda. Ada orang yang sanggup menulis masterpiece dalam sekejap mata. Sedangkan ada yang menulis selembar surat buat pacaranya saja, sampai menghabiskan kertas satu rim. Tulisan ini tidak akan mengajarkan bagaimana menghasilkan suatu naskah yang orisinal. Tetapi malah mengajarkan untuk menjadi peniru - namun bukan sembarang peniru - melainkan peniru yang kreatif.
Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Jepang, bangsa yang saat ini sudah sangat maju dan menjadi tolok ukur perkembangan teknologi. Padahal kalau kita kembali ke tahun 1945, Jepang hancur lebur. Perekonomian hancur dan harga diri sebagai bangsa pun remuk redam. Tapi perlahan lahan dia mulai bangkit dengan meniru. Ia memproduksi barang yang mirip dengan buatan produk negara maju lain, tapi dengan beberapa modifikasi sederhana. Mungkin beberapa oranmg masih ingat akan tahun 1980-an ada stigma kalau “Made in Japan” adalah barang yang modelnya boleh keren tapi tidak awet. Tapi dari situ pelan pelan Jepang mulai belajar menginovasi diri, dan sekarang malah menjadi inovator yang disegani.
Jadi peniru bukanlah hal yang dilarang. Kita sendiri kan tiruan dari orang tua kita, iya kan? Kalau tidak ada yang boleh meniru, penjual ayam goreng cuma ada satu sedunia. Tetapi faktanya setiap orang bisa menjual ayam goreng dengan gaya dan bumbu ala masing masing. Namun ada syaratnya yaitu jangan jadi sembarang peniru, jadilah peniru yang kreatif. Jika kamu cuman menjiplak, ya siap siaplah untuk dihujat seluruh dunia. Untuk itu, pakai jurus jitu peniru yang kreatif yaitu strategi ATM. Strategi ini dikenal dengan baik di dunia bisnis dan dapat diterapkan di dunia tulis menulis. ATM = Amati, Tiru dan Modifikasi.
Amati
Jika kamu berminat menulis bidang tertentu, carilah beberapa buku yang laris di bidang itu. Baca, amati dan telaah apa yang mengakibatkan buku itu laris. Cari keunggulan apa yang dimilikinya. Cari tahu pula kekurangannya. Pendek kata disini kamu meneliti peluang menulis topik yang sama dengan cara berbeda
Tiru
Tentu saja kamu harus tahu etika dan sejauh mana yang bisa diambil, dikutip atau diadaptasi. Selama kamu bisa menjaga hal ini dan selama kamu tidak asal comot seperti kasus sinetron Indonesia. Sebagai panduan, yang perlu kamu tiru adalah esensi tulisan yang ingin ditiru. Seperti ketika mencoba membuat ayam goreng dengan bumbu tepung ala sendiri atau mencoba sesuatu yang liar misalnya disajikan dengan bumbu petis.Intinya, Cobalah menulis ulang sebuah topik dengan gaya kamu sendiri. Ini penting, Jangan meniru mentah mentah teknik atau gaya orang lain. Make it personal!
Modifikasi
Kamu harus memberikan sesuatu yang baru pada apa yang kamu tulis. Berdasar pengamatan sebelumnya misalnya kamu menulis dengan sudut pandang yang berbeda, memfokuskan pada sub topik tertentu, mengadaptasi dengan nilai nilai lokal, menambahi dengan pengetahuan, membuat sanggahan atau malah dukungan pada topik tersebut dan lain lain.
Tidak semua bisa menjadi kecap nomor satu, karena memang cuma ada satu yang bisa. Inti dari tulisan ini adalah mungkin kamu tidak bisa menulis sesuatu yang orisinal, tetapi kamu bisa menulis sesuatu yang sudah pernah ditulis orang lain dengan gaya kamu sendiri, lebih baik berbeda, dan memberikan nilai tambah pada orang lain. Ingat ATM = Amati, Tiru, Modifikasi. Jangan ATP = Amati, Tiru, Persis!
Diabetes dan Problem Seksual
untuk kali ini saya ingin berbagi tentang penyakit diabetes yang dapat membuat disfungsi ereksi (DE)atau yang kita kenal dengan impotensi.
sudah di buktikan oleh beberapa dokter terkemuka di dunia bahwa seorang pengidap diabetes memiliki rata-rata 4-10 risiko mengalami DE dibandingkan dengan laki-laki tanpa diabetes.DE merupakan komplikasi tersembunyi yang paling banyak dialami penderita diabetes.
Salah satu dokter di dunia yaitu Dr Martin Morales (Spanyol) menyatakan bahwa umur saat awal gula darah mulai meningkat, lama menderita diabetes, upaya mengontrol gula darah serta komplikasi diabetes yang ada merupakan faktor-faktor kontribusi terpenting dalam terjadinya risiko DE pada pasien diabetes.
Dan para Ahli di dunia menyimpulkan bahwa penyebab terbanyak DE adalah penurunan kualitas pembuluh darah yang di sebabkan oleh satu atau gabungan factor seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dyslipidemia (kolesterol sangat tinggi), kegemukan dan rokok. Gabungan rokok dengan adanya salah satu factor risiko lainya seperti hipertensi, diabetes atau kolesterol tinggi akan memperberat DE atau impotensi ini. Tentu saja semakin banyak factor risiko semakin berat problem ereksi yang terjadi.
sudah di buktikan oleh beberapa dokter terkemuka di dunia bahwa seorang pengidap diabetes memiliki rata-rata 4-10 risiko mengalami DE dibandingkan dengan laki-laki tanpa diabetes.DE merupakan komplikasi tersembunyi yang paling banyak dialami penderita diabetes.
Salah satu dokter di dunia yaitu Dr Martin Morales (Spanyol) menyatakan bahwa umur saat awal gula darah mulai meningkat, lama menderita diabetes, upaya mengontrol gula darah serta komplikasi diabetes yang ada merupakan faktor-faktor kontribusi terpenting dalam terjadinya risiko DE pada pasien diabetes.
Dan para Ahli di dunia menyimpulkan bahwa penyebab terbanyak DE adalah penurunan kualitas pembuluh darah yang di sebabkan oleh satu atau gabungan factor seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dyslipidemia (kolesterol sangat tinggi), kegemukan dan rokok. Gabungan rokok dengan adanya salah satu factor risiko lainya seperti hipertensi, diabetes atau kolesterol tinggi akan memperberat DE atau impotensi ini. Tentu saja semakin banyak factor risiko semakin berat problem ereksi yang terjadi.
Kota atau Desa ??
Kita hidup dalam masyarakat , karena kita hidup tak sendiri, kta adalah makhluk sosial, masyarakat memiliki arti yaitu sekumpulan makhluk hidup yang menempati daerah yang memiliki aturan norma yang harus dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat.
Masyarkat pada zaman sekrang di bagi menjadi 2 yaitu masyarakat kota dan masyarakat desa , masyarakat kota yaitu daerah yang mungkin bias dikatakan lebih maju dan lebih modern yang memiliki dan mudah untuk mendapatkan suatu hal yang diharapkan dan diinginkan . karena masyarakat kota memiliki tingkat kegengsian yang sangat tinggi, yang sulit untuk menemukan rasa solidaritas yang tinggi , serta tingkat pemikiran , pergaulan , pekerjaan yang mungkin berbeda dengan di desa .
Masyarakat kota terkadang memikirkan kegengsian yang sangat tinggi , karena mereka ingin memiliki tanpa melihat sesuai yang ia miliki , tentang solidaritas ,kota terkadang memikirkan individu saja , pemikiran yang berbeda dengan desa ,pergaulan dikota yang sangat rawan terhadap generasi penerus , bias dikatakan sangat bebas , dan sangat mudah ditemukan di daerah mana saja , pekerjaan pun dikota bias dikatakan sangat mudah, karena berbagai pekerjaan ada di kota , karena demi kelangsungan hidup, rasa kenyamanan , tentram , damai pun sulit untuk ditemukan, tempat yang hijau pun sulit untuk ditemukan, karena kita sulit untuk menemukan tempat yang asri .karena sekarang di kota-kota sudah banyak gedung-gedung bertingkat .
Sedangkan masyarakat desa yaitu tempat atau daerah yang memiliki arti yang yang berbeda dengan masyarakat kota, karena desa adalah kebalikan dari kota, tingkat solidaritas yang masih sangat tinggi , tingkat kegengsian yang sedikit , tingkat kekeluargaan yang masih ada , pemikiran , pergaulan , pemikiran , pekerjaan yang berbeda dengan kota.
Desa tak memikirkan kegensian tetapi malah memiliki kekeluargaan yang tinggi , dalam pemikiranya pun tak modern karena dibatasi dengan pekerjaan yang menjadi factor utama dalam mendapati kebutuhan hidup, karena desa bias dikatakan hanya mencakup dari sector pertanian yang manjadi sumber utama untuk kelangsungan hidup , dalam hal ini desa memiliki nilai yang sangat baik, karena desa memiliki nilai dari sector daerah , karena daerah desa sangat nyaman dan tentram , damai , sejahtera , serrta daerahnya pun masih indah dan asri .karena di daerah pedesaan belum adad gedung-gedung bertingkat dan masi dalam keadaan yang alami .
Masyarkat pada zaman sekrang di bagi menjadi 2 yaitu masyarakat kota dan masyarakat desa , masyarakat kota yaitu daerah yang mungkin bias dikatakan lebih maju dan lebih modern yang memiliki dan mudah untuk mendapatkan suatu hal yang diharapkan dan diinginkan . karena masyarakat kota memiliki tingkat kegengsian yang sangat tinggi, yang sulit untuk menemukan rasa solidaritas yang tinggi , serta tingkat pemikiran , pergaulan , pekerjaan yang mungkin berbeda dengan di desa .
Masyarakat kota terkadang memikirkan kegengsian yang sangat tinggi , karena mereka ingin memiliki tanpa melihat sesuai yang ia miliki , tentang solidaritas ,kota terkadang memikirkan individu saja , pemikiran yang berbeda dengan desa ,pergaulan dikota yang sangat rawan terhadap generasi penerus , bias dikatakan sangat bebas , dan sangat mudah ditemukan di daerah mana saja , pekerjaan pun dikota bias dikatakan sangat mudah, karena berbagai pekerjaan ada di kota , karena demi kelangsungan hidup, rasa kenyamanan , tentram , damai pun sulit untuk ditemukan, tempat yang hijau pun sulit untuk ditemukan, karena kita sulit untuk menemukan tempat yang asri .karena sekarang di kota-kota sudah banyak gedung-gedung bertingkat .
Sedangkan masyarakat desa yaitu tempat atau daerah yang memiliki arti yang yang berbeda dengan masyarakat kota, karena desa adalah kebalikan dari kota, tingkat solidaritas yang masih sangat tinggi , tingkat kegengsian yang sedikit , tingkat kekeluargaan yang masih ada , pemikiran , pergaulan , pemikiran , pekerjaan yang berbeda dengan kota.
Desa tak memikirkan kegensian tetapi malah memiliki kekeluargaan yang tinggi , dalam pemikiranya pun tak modern karena dibatasi dengan pekerjaan yang menjadi factor utama dalam mendapati kebutuhan hidup, karena desa bias dikatakan hanya mencakup dari sector pertanian yang manjadi sumber utama untuk kelangsungan hidup , dalam hal ini desa memiliki nilai yang sangat baik, karena desa memiliki nilai dari sector daerah , karena daerah desa sangat nyaman dan tentram , damai , sejahtera , serrta daerahnya pun masih indah dan asri .karena di daerah pedesaan belum adad gedung-gedung bertingkat dan masi dalam keadaan yang alami .
Antara Kepentingan Pribadi dan Bersama setelah Menikah
Memang di dunia ini tidak ada satu mahluk pun yang sempurna dari segala sisi kehidupannya.
Di negara-negara miskin dan yang sedang membangun, pasangan yang baru saja menikah, biasanya langsung terjun dalam proyek mempunyai anak, karena memang itulah tujuan pernikahan bagi mereka, membentuk sebuah keluarga.
Di sisi lain, banyak anak-anak perempuan umur belasan tahun yang hamil akibat dari kelengahan mereka yang tidak menggunakan proteksi ketika berhubungan intim dengan lawan jenisnya. Di mana pada kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak siap dengan kedatangan bayi tersebut.
Mereka akhirnya berakhir di klinik-klinik aborsi yang banyak direkomendasikan dari mulut ke mulut.
Dan yang lebih parah lagi, ada juga yang tega meninggalkan bayi-bayi itu di tempat sampah, di jalanan.
Sebagian bayi-bayi buangan beruntung ditemukan orang dan segera diselamatkan. Sebagian lain meninggal karena dehidrasi, kedinginan dan timbulnya komplikasi-komplikasi lainnya yang tak dapat dihindari ketika bayi itu ditinggal sendirian di jalanan.
Di sisi yang lain, di negara-negara maju, banyak pasangan yang setelah hidup bersama atau menikah, lebih memilih untuk menunggu dulu sampai akhirnya mereka merasa siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Walaupun sebagian besar tidak mempunyai anak karena alasan ekonomi dan atau prinsip-prinsip yang mereka pegang.
Namun ketika momen untuk mempunyai anak itu datang, ternyata penyakit moderen telah menghinggapi diri mereka. Entah karena steril dari salah satu pihak, tidak ada waktu, salah satu dari mereka harus dinas ke luar, etc. etc.
Ini seperti halnya melihat kenyataan bahwa di negara-negara maju kelebihan berat badan menjadi salah satu penyakit terbesar yang harus dilawan, sementara di negara-negara miskin, banyak orang-orang dan terutama anak-anak kelaparan dan kurang gizi.
Kembali lagi pada judul yang saya berikan di atas, ini bukan postingan porno, saya hanya membeberkan sebuah masalah yang muncul di masyarakat moderen.
Pasangan yang mengharapkan anak biasanya mempunyai waktu satu tahun untuk mencoba menjadi hamil. Lebih dari waktu itu, mereka harus kembali berkonsultasi pada dokter kandungan masing-masing.
Berhubungan intim yang seharusnya menjadi aktuasi alami, berubah menjadi, “Let’s get do it and finish the job” (Ayo kerjakan dan selesaikan pekerjaan ini).
Kenapa? karena perempuan-perempuan ini tidak mempunyai jalan lain yang lebih cepat selain menghitung-hitung hari di mana dia subur atau berovulasi, baik dengan menghitung siklus mereka (beruntung yang bersiklus regular), maupun dengan bantuan termometer basal, indikator ovulasi, etc.
Di negara-negara miskin dan yang sedang membangun, pasangan yang baru saja menikah, biasanya langsung terjun dalam proyek mempunyai anak, karena memang itulah tujuan pernikahan bagi mereka, membentuk sebuah keluarga.
Di sisi lain, banyak anak-anak perempuan umur belasan tahun yang hamil akibat dari kelengahan mereka yang tidak menggunakan proteksi ketika berhubungan intim dengan lawan jenisnya. Di mana pada kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak siap dengan kedatangan bayi tersebut.
Mereka akhirnya berakhir di klinik-klinik aborsi yang banyak direkomendasikan dari mulut ke mulut.
Dan yang lebih parah lagi, ada juga yang tega meninggalkan bayi-bayi itu di tempat sampah, di jalanan.
Sebagian bayi-bayi buangan beruntung ditemukan orang dan segera diselamatkan. Sebagian lain meninggal karena dehidrasi, kedinginan dan timbulnya komplikasi-komplikasi lainnya yang tak dapat dihindari ketika bayi itu ditinggal sendirian di jalanan.
Di sisi yang lain, di negara-negara maju, banyak pasangan yang setelah hidup bersama atau menikah, lebih memilih untuk menunggu dulu sampai akhirnya mereka merasa siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Walaupun sebagian besar tidak mempunyai anak karena alasan ekonomi dan atau prinsip-prinsip yang mereka pegang.
Namun ketika momen untuk mempunyai anak itu datang, ternyata penyakit moderen telah menghinggapi diri mereka. Entah karena steril dari salah satu pihak, tidak ada waktu, salah satu dari mereka harus dinas ke luar, etc. etc.
Ini seperti halnya melihat kenyataan bahwa di negara-negara maju kelebihan berat badan menjadi salah satu penyakit terbesar yang harus dilawan, sementara di negara-negara miskin, banyak orang-orang dan terutama anak-anak kelaparan dan kurang gizi.
Kembali lagi pada judul yang saya berikan di atas, ini bukan postingan porno, saya hanya membeberkan sebuah masalah yang muncul di masyarakat moderen.
Pasangan yang mengharapkan anak biasanya mempunyai waktu satu tahun untuk mencoba menjadi hamil. Lebih dari waktu itu, mereka harus kembali berkonsultasi pada dokter kandungan masing-masing.
Berhubungan intim yang seharusnya menjadi aktuasi alami, berubah menjadi, “Let’s get do it and finish the job” (Ayo kerjakan dan selesaikan pekerjaan ini).
Kenapa? karena perempuan-perempuan ini tidak mempunyai jalan lain yang lebih cepat selain menghitung-hitung hari di mana dia subur atau berovulasi, baik dengan menghitung siklus mereka (beruntung yang bersiklus regular), maupun dengan bantuan termometer basal, indikator ovulasi, etc.
Pemuda Penerus Cita-Cita Bangsa
Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur (evolusi)
Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.
Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah, mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga Negara tapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya.
Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.
Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.
Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah, mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga Negara tapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya.
Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.
Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal.
Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan, bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu,mengatakan tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin, dampak kondisi perumahan di bawah standar, overcrowding, derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian, maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal.
Mengenai pendekatan sistem, yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah.bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial, norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial, seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial, tetapi lebih dari itu, perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar.
Bentuk Kenakalan Remaja Yang Dilakukan Responden (n=30)
Bentuk Kenakalan F %
1.Berbohong 30
100
2.Pergi keluar rumah tanpa pamit 30 100
3.Keluyuran 28 93,3
4.Begadang 26 98,7
5.Membolos Sekolah 7 23,3
6.Berkelahi dengan Teman 17 56,7
7.Berkelahi antar sekolah 2 6,7
8.Buang sampah sembarangan 10 33,3
9.Membaca buku porno 5 16,7
10.Menonton film porno 7 23,3
11.Melihat gambar porno 5 16,7
12.Berkendara tanpa SIM 21 70,0
13.Kebut-kebutan 19 63,3
14.Minum-Minuman keras 25 83,3
15.Kumpul Kebo 5 16,7
16.Sex di Luar Nikah 12 40,0
17Mencuri 14 46,7
18.Mencopet 8 26,7
19.Menodong 3 10,0
20.Mengugurkan kandungan 2 6,7
21.Memperkosa 1 3,3
22.Berjudi 10 33,3
23.Narkoba 22 73,3
Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal.
Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan, bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu,mengatakan tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin, dampak kondisi perumahan di bawah standar, overcrowding, derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian, maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal.
Mengenai pendekatan sistem, yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah.bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial, norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial, seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial, tetapi lebih dari itu, perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar.
Bentuk Kenakalan Remaja Yang Dilakukan Responden (n=30)
Bentuk Kenakalan F %
1.Berbohong 30
100
2.Pergi keluar rumah tanpa pamit 30 100
3.Keluyuran 28 93,3
4.Begadang 26 98,7
5.Membolos Sekolah 7 23,3
6.Berkelahi dengan Teman 17 56,7
7.Berkelahi antar sekolah 2 6,7
8.Buang sampah sembarangan 10 33,3
9.Membaca buku porno 5 16,7
10.Menonton film porno 7 23,3
11.Melihat gambar porno 5 16,7
12.Berkendara tanpa SIM 21 70,0
13.Kebut-kebutan 19 63,3
14.Minum-Minuman keras 25 83,3
15.Kumpul Kebo 5 16,7
16.Sex di Luar Nikah 12 40,0
17Mencuri 14 46,7
18.Mencopet 8 26,7
19.Menodong 3 10,0
20.Mengugurkan kandungan 2 6,7
21.Memperkosa 1 3,3
22.Berjudi 10 33,3
23.Narkoba 22 73,3
Kemisikinan Yang Belum Dapat Teratasi
Kemiskinan merupakan masalah sosial laten yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Kemiskinan senantiasa menarik perhatian berbagai kalangan, baik para akademisi maupun para praktisi. Berbagai teori, konsep dan pendekatan pun terus menerus dikembangkan untuk menyibak tirai dan mungkin “misteri” mengenai kemiskinan ini. Dalam konteks masyarakat Indonesia, masalah kemiskinan juga merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk dikaji secara terus menerus. Ini bukan saja karena masalah kemiskinan telah ada sejak lama, melainkan pula karena masalah ini masih hadir di tengah-tengah kita dan bahkan kini gejalanya semakin meningkat sejalan dengan krisis multidimensional yang masih dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Meskipun pembahasan kemiskinan pernah mengalami tahap kejenuhan sejak pertengahan 1980-an, upaya pengentasan kemiskinan kini semakin mendesak kembali untuk dikaji ulang. Beberapa alasan yang mendasari pendapat ini antara lain adalah:
Pertama, konsep kemiskinan masih didominasi oleh perspektif tunggal, yakni “kemiskinan pendapatan” atau “income-poverty”. Pendekatan ini banyak dikritik oleh para pakar ilmu sosial sebagai pendekatan yang kurang bisa menggambarkan potret kemiskinan secara lengkap. Kemiskinan seakan-akan hanyalah masalah ekonomi yang ditunjukkan oleh rendahnya pendapatan seseorang atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kedua, jumlah orang miskin di Indonesia senantiasa menunjukkan angka yang tinggi, baik secara absolut maupun relatif, di pedesaan maupun perkotaan Meskipun Indonesia pernah dicatat sebagai salah satu negara berkembang yang sukses dalam mengentaskan kemiskinan, ternyata masalah kemiskinan kembali menjadi isu sentral di Tanah Air karena bukan saja jumlahnya yang kembali meningkat, melainkan dimensinya pun semakin kompleks seiring dengan menurunnya kualitas hidup masyarakaat akibat terpaan krisis ekonomi sejak tahun 1997.
Ketiga, kemiskinan mempunyai dampak negatif yang bersifat menyebar (multiplier effects) terhadap tatanan kemasyarakatan secara menyeluruh. Berbagai peristiwa konflik di Tanah Air yang terjadi sepanjang krisis ekonomi, misalnya, menunjukkan bahwa ternyata persoalan kemiskinan bukanlah semata-mata mempengaruhi ketahanan ekonomi yang ditampilkan oleh rendahnya daya beli masyarakat, melainkan pula mempengaruhi ketahanan sosial masyarakat dan ketahanan nasional.
Sadar bahwa isu kemiskinan merupakan masalah laten yang senantiasa aktual, pengkajian konsep kemiskinan merupakan upaya positif guna menghasilkan pendekatan dan strategi yang tepat dalam menanggulangi masalah krusial yang dihadapi Bangsa Indonesia dewasa ini.
Pertama, konsep kemiskinan masih didominasi oleh perspektif tunggal, yakni “kemiskinan pendapatan” atau “income-poverty”. Pendekatan ini banyak dikritik oleh para pakar ilmu sosial sebagai pendekatan yang kurang bisa menggambarkan potret kemiskinan secara lengkap. Kemiskinan seakan-akan hanyalah masalah ekonomi yang ditunjukkan oleh rendahnya pendapatan seseorang atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kedua, jumlah orang miskin di Indonesia senantiasa menunjukkan angka yang tinggi, baik secara absolut maupun relatif, di pedesaan maupun perkotaan Meskipun Indonesia pernah dicatat sebagai salah satu negara berkembang yang sukses dalam mengentaskan kemiskinan, ternyata masalah kemiskinan kembali menjadi isu sentral di Tanah Air karena bukan saja jumlahnya yang kembali meningkat, melainkan dimensinya pun semakin kompleks seiring dengan menurunnya kualitas hidup masyarakaat akibat terpaan krisis ekonomi sejak tahun 1997.
Ketiga, kemiskinan mempunyai dampak negatif yang bersifat menyebar (multiplier effects) terhadap tatanan kemasyarakatan secara menyeluruh. Berbagai peristiwa konflik di Tanah Air yang terjadi sepanjang krisis ekonomi, misalnya, menunjukkan bahwa ternyata persoalan kemiskinan bukanlah semata-mata mempengaruhi ketahanan ekonomi yang ditampilkan oleh rendahnya daya beli masyarakat, melainkan pula mempengaruhi ketahanan sosial masyarakat dan ketahanan nasional.
Sadar bahwa isu kemiskinan merupakan masalah laten yang senantiasa aktual, pengkajian konsep kemiskinan merupakan upaya positif guna menghasilkan pendekatan dan strategi yang tepat dalam menanggulangi masalah krusial yang dihadapi Bangsa Indonesia dewasa ini.
Langganan:
Komentar (Atom)